TATAPAN KEPRIHATINAN SENIOR
Acara Silarrahmi Remaja Islam Kauman bertempat Balai Haji (IPHI)
terlihat Bapak Sokhari, Bambang Lestiono, Edi Sunarko, Bapak H. Abdullah Farih, Wanto Tirta
Kemajuan Teknologi, perubahan generasi nampak pada tahun-tahun ini sepuluh tahun
lebih muda dari angkatan 80an
ruang gerak semakin sempit, tabligh, pengajian-pengajian boleh dikata sepi
setiap langkah gerak diawasi dengan ketak sudah dengan undang-undang
inilah hari-hari berakhirnya rezim orde baru
organisasi sekolah seperti IPM dan sejenisnya tidak boleh ada di sekolah
satu-satunya organisasi siswa-siswi adalah OSIS
maka hengkanglah Ikatan Pelajar Muhammadiyah
beralih nama jadi Ikatan Remaja Muhammadiyah
Sungguh rancu istilah remaja dan pemuda
ruang reraknya dimana, mau kemana pimpinan atau lebih konkritnya Kepala Sekolah dan
pimpinan organasisi induk (Muhammadiyah) pun takut dengan penguasa
bak air yang mengalir dengan katup yang ditutup
lama-lama hilang tak ada air menetespun
demikian kader-kader muda Muhammadiyah sejalan umur pemuda pemudi
satu persatu meninggalkan masa mudanya dan berganti pemuda pemudi
yang tak ada bekal sebagai pelangsung penerus da'wah amar ma'ruf nahi munkar
mulai 90an tak lagi ada acara pengajian mingguan, tak ada lagi acara kemah remaja
tak ada lagi lomba antar blok
tah kemana arah remaja, alhamdulillah masih ada setetes harapan
pemuda pemudi masih bersekolah di madrasah diniyah dan madrasah ibtidaiyah
dan SMP atau SMK Muhammadiyah
insya Allah masih ada GHIROH perjuangan Muhammmadiyah
GHIROH berjihad di ajalan Allah
FISABILILLAH
Kemajuan Teknologi, perubahan generasi nampak pada tahun-tahun ini sepuluh tahun
lebih muda dari angkatan 80an
ruang gerak semakin sempit, tabligh, pengajian-pengajian boleh dikata sepi
setiap langkah gerak diawasi dengan ketak sudah dengan undang-undang
inilah hari-hari berakhirnya rezim orde baru
organisasi sekolah seperti IPM dan sejenisnya tidak boleh ada di sekolah
satu-satunya organisasi siswa-siswi adalah OSIS
maka hengkanglah Ikatan Pelajar Muhammadiyah
beralih nama jadi Ikatan Remaja Muhammadiyah
Sungguh rancu istilah remaja dan pemuda
ruang reraknya dimana, mau kemana pimpinan atau lebih konkritnya Kepala Sekolah dan
pimpinan organasisi induk (Muhammadiyah) pun takut dengan penguasa
bak air yang mengalir dengan katup yang ditutup
lama-lama hilang tak ada air menetespun
demikian kader-kader muda Muhammadiyah sejalan umur pemuda pemudi
satu persatu meninggalkan masa mudanya dan berganti pemuda pemudi
yang tak ada bekal sebagai pelangsung penerus da'wah amar ma'ruf nahi munkar
mulai 90an tak lagi ada acara pengajian mingguan, tak ada lagi acara kemah remaja
tak ada lagi lomba antar blok
tah kemana arah remaja, alhamdulillah masih ada setetes harapan
pemuda pemudi masih bersekolah di madrasah diniyah dan madrasah ibtidaiyah
dan SMP atau SMK Muhammadiyah
insya Allah masih ada GHIROH perjuangan Muhammmadiyah
GHIROH berjihad di ajalan Allah
FISABILILLAH
HINGAR BINGAR SILATURAHMI REMAJA
kemajuan didapat ilmu pengetahuan di dapat para pemuda pemudi kauman
banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi
berusaha, bekerja, berdagang, jadi pegawai mereka raih
pendapatan materi mereka raih
langgam silaturahmipun bergoyang seiring perubahan zaman
di era 70-80an hiburan yang ada hanya gitar gitar akustik
kini telah menikmati gitar-gitar listrik dengan ornamen efek bunyi yang beraneka ragam
sound system yang dulu hanya sebuah ampifire Toa, Primo langsung tancap pada mik.
demikian konsumsi dengan beraneka ragam makanan enak dan mahal
tak sederhana takir makanan nasi dengan lauknya yang dibungkus daun pisang.
banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi
berusaha, bekerja, berdagang, jadi pegawai mereka raih
pendapatan materi mereka raih
langgam silaturahmipun bergoyang seiring perubahan zaman
di era 70-80an hiburan yang ada hanya gitar gitar akustik
kini telah menikmati gitar-gitar listrik dengan ornamen efek bunyi yang beraneka ragam
sound system yang dulu hanya sebuah ampifire Toa, Primo langsung tancap pada mik.
demikian konsumsi dengan beraneka ragam makanan enak dan mahal
tak sederhana takir makanan nasi dengan lauknya yang dibungkus daun pisang.
JAVA COMPUTER
Lembaga Kursus dan Pelatihan
Akte Notaris Heny Anggraeni, S.H, M.Kn.
Ijin Bupati Kabupaten Banyumas
Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Jln. Pandansari No. 9 Ajibarang Banyumas
Mobile. : 085 743 622 909
Kursus dan Pelatihan:
Komputer
Bimbingan Belajar
Kejar Paket A, B, C
Bhs. Inggris
SERVICE REPAIR
Computer, Notebook/Laptop, Printer etc.

























